Dokter Tetap Profesi Terhormat

Dokter Tetap Profesi Terhormat

- 3 mins

Jadi dokter harus kaya. Sepenggal kata itu selalu jadi mantra bagi rekan sejawat dokter dari manapun diluluskan. Bukan apa-apa, stigma masyarakat yang selalu menganalogikan bahwa dokter kaya seringkali semakin menjadikan dokter semakin terjepit. Antar pilihan idelais dengan pilihan duitis. Ok, akan saya urutkan strata dokter berdasarkan urutan “kaya” dan karena apa dokter itu bisa “kaya”.

1. Kaya (ke)turunan

Pada urutan pertama ini rata-rata kaya, karena orang tuanya berasal dari keluarga kaya. Sejak kuliah memang sudah disetting dalam mindset mereka kalo dokter harus kaya. Tampilannya fresh. Naik mobil kemana-mana. Kalo belanja sering ngajak temen-temennya. Dan ujung-ujungnya ditrakter deh. 😀

2. Karena nikah sama keluarga kaya

Saya dokter. Dan saya harus punya suami/istri dari kalangan berada. Mungkin ini yang ada dalam mindset dokter golongan ini. Dengan gelar dokter, sebenarnya tidak susah bagi kita untuk mendapatkan mertua kaya plus suami/istri yang cakep. Kalopun gak bisa cakep… yaa…. minimal kaya. Ini bisa terjadi pada rekan sejawat yang menjalankan tugas sebagai Dokter di daerah pinggiran yang saat ini semakin banyak saja OKB yang menginginkan menantu dari kalangan “terhormat”. Ya dokter itu.

3. Punya bisnis (dokterpreuner)

Dokter apa enterpreuner ya yang bener? Pertanyaan yang ambigu yang seringkali ditanyakan ke TS saat bertemu dengan rekan sejawat dokter atapun rekan bisnis. Pada posisi ini, kita punya kebebasan finansial, kebebasan waktu dan kebebasan untuk “mengabdi” dengan sebenar-benarnya. Kalau meminjam istilah kerennya dokter yang mengabdi secara “kaffah”. Dengan punya kebebasan finasial dan kebebasan waktu, tidak ada lagi tuntutan untuk mendapatkan materi berlebih dari profesi dokter. Malah pada beberapa kasus saat pasien dirasa tidak mampu membayar bisa saja dianalogikan sebagai “sedekah”. Pun tidak adanya kewajiban untuk balik modal dalam meraih gelar dokter. Hingga sangat dimungkinkan tidak akan terjadi yang namanya demo-demoan sepeti kemarin. Karena apa? ya… duit dah banyak… jadi dokter juga gak harus diagnosa 3-menitan. Tidak juga dikejar setoran… hehehehe…. 😛

4. Dokter pekerja keras

Nah di strata ini yang dinamakan benar-benar dokter. Tanpa mengeluh, rekan sejawat pada strata ini jam kerjanya luar biasa tinggi. Jam terbangnya sudah ratusan bahkan ribuan pasien. Jam 5-6 pagi sudah mandi dan rapih. Siap dengan baju putihnya. Terusssss…. pegang pasien sampe malem. Iya sampe malem. Malahan pada beberapa rekan sejawat yang sudah spesialis bisa-bisa dini hari baru selesai sebagai dokter. Pulang kerumah jam 2 dini hari. Saat istri dan anak-anak sudah tidur. Dan bangun lagi subuhnya. Belum lagi harus muter dari satu rumah sakit-kerumah sakit yang lain. Dari klinik ke klinik. Belum lagi yang masih harus buka “warung” sendiri. Wajar kan kalo pada akhirnya secara materi rekan sejawat pada posisi ini melimpah secara materi?

5.Dokter sing gak sugih

Nah ini nih strata terakhir dari dokter berdasarkan tajir apa tidak tajir seorang dokter itu. Dan golongan ini sangat banyak di Indonesia. Dari yang menyerah jadi istri lurah sampai jadi teller di bank atau agen asuransi. Pada bagian lain, mereka mengeluh dengan profesinya. Uang duduk yang menurut mereka kecil. Jasa medik yang hanya 2 ribuan. Sampai membandingkan dengan gaji buruh dan sopir. Ujung-ujungnya minta kenaikan gaji dan kesejahteraan. Hai bung… hidup sebagai dokter itu pilihan. Nikmatilah pilihan itu. Yang bertanggung jawab sama hidup kita kan bukan pemerintah. Kita sendiri yang harus menaikkan strata hidup sebagai dokter. Masih banyak pilihan sebagai dokter dengan strata yang lebih baik.

Kira-kira seperti inilah gambaran dokter dari sudut panadang TS. Dan menurut TS profesi dokter TETAP sebagai PROFESI TERHORMAT.

Basoro

Basoro

Dokter Gigi di RSUD H. Damanhuri - Barabai. Bapak untuk 3 orang anak.

Comments

Want to leave a comment? Visit this post's issue page on GitHub (you'll need a GitHub account).

rss facebook twitter github gitlab youtube mail spotify lastfm instagram linkedin google google-plus pinterest medium vimeo stackoverflow reddit quora quora